APA ITU SLO TRAFO? INI PENJELASAN YANG BENAR MENURUT REGULASI

APA ITU SLO TRAFO? INI PENJELASAN YANG BENAR MENURUT REGULASI

Istilah “SLO Trafo” sering muncul dalam pencarian internet, diskusi teknis, hingga percakapan di lapangan. Istilah ini sering muncul, terutama untuk orang-orang yang memiliki bangunan besar, pabrik, atau kawasan bisnis yang sedang membahas terkait legalitas trafo listrik. Tapi, jika kita melihat aturan resmi ketenagalistrikan di Indonesia, SLO Trafo ini sebenarnya bukan istilah yang berdiri sendiri dalam regulasi. Jadi, apa maksudnya yang selama ini banyak dicari orang? Yuk, kita luruskan pemahaman nya berdasarkan aturan yang berlaku.

Mengapa istilah “SLO Trafo” ini banyak digunakan?

Trafo merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem distribusi listrik, khususnya untuk bangunan yang membutuhkan daya besar. Karena fungsinya yang vital, banyak orang berfikir jika trafo harus memiliki sertifikat laik operasi tersendiri.

Nah, di praktiknya, orang-orang sering menggunakan istilah SLO Trafo untuk menyebut SLO pada instalasi listrik yang memiliki atau memakai trafo, padahal trafo itu bagian dari instalasi Tegangan Menengah (TM). Ini yang menjadi sebab istilah “SLO Trafo” ramai di masyarakat, meski tidak tertulis jelas di regulasi.

Penjelasan yang benar: SLO Tegangan Menengah (TM)

Menurut aturan ketenagalistrikan, sertifikasi kelaikan itu tidak dikeluarkan per peralatan, tetapi berdasarkan jenis instalasi tenaga listrik. Trafo distribusi yang terhubung dengan jaringan menengah masuk kategori Instalasi Tegangan Menengah, jadi sertifikat yang wajib adalah SLO Tegangan Menengah (SLO TM).

Artinya:

  • Tidak ada dokumen resmi yang namanya “SLO Trafo”
  • Legalitas trafo dibuktikan melalui SLO TM
  • Trafo dinilai sebagai bagian utuh dari sistem instalasi TM

Apakah Semua Trafo Wajib SLO Tegangan Menengah?

Trafo wajib memiliki SLO TM apabila:

  • Digunakan pada instalasi dengan tegangan menengah
  • Terhubung langsung dengan jaringan distribusi PLN atau pembangkit internal
  • Digunakan untuk kegiatan usaha, industri, fasilitas umum, atau kawasan komersial

Tanpa SLO TM, instalasi termasuk trafo dianggap belum laik operasi secara hukum, meskipun secara fisik sudah terpasang dan berfungsi.

 

Kesimpulan

Istilah SLO Trafo memang sering dipakai orang, tetapi secara regulasi yang benar adalah SLO Tegangan Menengah (TM). Trafo bukan objek sertifikasi sendiri, tetapi bagian dari instalasi listrik tegangan menengah yang wajib memiliki SLO sebelum dioperasikan.

Paham perbedaan istilah ini penting agar pemilik bangunan, pabrik, atau pelaku usaha tidak salah kaprah saat memenuhi kewajiban legalitas instalasi listriknya.

Jika membutuhkan bantuan untuk pengurusan SLO Tegangan Menengah untuk instalasi trafo, kerja sama dengan konsultan yang berpengalaman bisa membantu prosesnya menjadi lebih cepat, tepat, dan sesuai regulasi.

Percayakan kepada kami. Jasa konsultan berpengalaman di bidang perizinan ESDM untuk perusahaan atau perorangan di Indonesia. Luangkan Waktu Sesaat Untuk Mengenal Kami

CALL TO ACTION

Butuh Jasa Pengurusan SLO Genset , TR, DAN TM ?

GET A FREE CONSULTATION

+62 823 1274 9772

About the Author

You may also like these

Hubungi Kami
Hubungi Kami Untuk Konsultasi Lebih Lanjut