SLO GENSET: KUNCI KESELAMATAN DAN KEPATUHAN UNTUK BISNIS ANDA

Genset adalah singkatan dari Generator Set yang merupakan solusi utama dalam menyediakan energi darurat atau sumber daya cadangan untuk memastikan operasional tetap berjalan lancar di berbagai sektor seperti industri, komersial, dan perumahan.

Namun, tidak semua orang menyadari bahwa penggunaan genset atau genset yang beroperasi dengan aman dan andal harus terlebih dahulu memenuhi standar keselamatan yang telah ditetapkan. Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah dengan perolehan Sertifikat Laik Operasi (SLO) Genset.

Artikel ini akan membahas apa itu SLO Genset, pentingnya SLO Genset, dasar hukum dan sanksi apabila tidak memiliki sertifikat ini, pentingnya SLO Genset, proses perolehannya, dan manfaatnya dalam mendukung keberlanjutan operasional.

Apa itu SLO Genset?

Sertifikat Laik Operasi (SLO) Genset adalah dokumen yang menjadi bukti bahwa suatu instalasi genset telah memenuhi standar teknis dan keselamatan yang ditetapkan oleh regulator. SLO wajib dimiliki oleh pemilik genset dengan kapasitas tertentu, terutama yang digunakan dalam skala industri, komersial, dan perumahan.

Dokumen ini diterbitkan setelah genset melalui serangkaian inspeksi dan pengujian oleh pihak yang berwenang, seperti Lembaga Inspeksi Teknik (LIT) yang diakui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dengan adanya SLO, pemilik genset dapat memastikan bahwa peralatan yang mereka gunakan telah sesuai dengan ketentuan keamanan serta tidak menimbulkan risiko bagi lingkungan sekitar.

Selain sebagai syarat operasional bagi pemilik genset, SLO juga berfungsi sebagai bentuk perlindungan hukum bagi pemilik usaha. Jika terjadi insiden atau gangguan akibat penggunaan genset, memiliki SLO dapat membantu dalam pembuktian bahwa perangkat yang dimiliki telah memenuhi standar dan bukan menjadi penyebab utama permasalahan.

Mengapa SLO Genset Penting?

Genset seringkali menjadi solusi krusial dalam mengatasi pemadaman listrik mendadak atau kebutuhan energi darurat lainnya. SLO Genset menjadi penting karena bukan hanya sekadar kewajiban hukum, tetapi juga memberikan beberapa manfaat penting yaitu:

  • Keselamatan: Menjamin bahwa genset beroperasi sesuai standar keselamatan, mencegah potensi kecelakaan atau kerusakan.

·        Menghindari Gangguan Operasional: Genset yang telah disertifikasi lebih stabil dan tidak mudah mengalami kerusakan.

  • Kepatuhan Hukum: Memastikan bahwa operasional genset mematuhi peraturan pemerintah dan perundangan terkait.

Manfaat SLO Genset

a.     Keandalan Operasional

Genset yang terdaftar dan telah memiliki SLO melalui proses pemeriksaan ketat dapat memberikan keyakinan bahwa genset lebih dapat diandalkan dalam situasi darurat, dan mendukung kelangsungan operasional. Dengan SLO, pemilik genset dapat memastikan alat tersebut siap digunakan kapan saja tanpa khawatir terjadi kerusakan mendadak.

b.     Keamanan Pengoperasian

Memberikan kepastian terhadap pemilik SLO Genset bahwa genset yang digunakan aman untuk beroperasi dan memastikan tidak menimbulkan risiko kebakaran, kebocoran bahan bakar, atau kerusakan lainnya yang dapat membahayakan pengguna dan lingkungan sekitar.

c.      Pemeliharaan Preventif

Proses perolehan SLO melibatkan pemeriksaan menyeluruh, memungkinkan identifikasi dan perbaikan dini potensi masalah.

d.     Kepuasan Pelanggan

Memiliki SLO Genset meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap layanan dan produk perusahaan.

e.     Kepatuhan Terhadap Regulasi

Menghindari sanksi hukum dan kerugian bisnis yang mungkin timbul akibat penggunaan genset yang tidak sesuai standar yaitu dengan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, baik yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun lembaga terkait.

Hambatan Umum dalam Perolehan SLO Genset:

a.     Biaya: Proses perolehan dan pemeliharaan SLO dapat menimbulkan biaya tambahan.

b.     Ketidakpahaman: Beberapa pemilik genset mungkin kurang paham tentang pentingnya SLO dan proses perolehannya. Sehingga Kurangnya pengetahuan ini dapat menyebabkan kesalahan dalam pengisian formulir atau pemahaman tentang tahapan yang harus dilalui, sehingga menghambat proses pengajuan.

Peningkatan Lingkungan Bisnis:

Dengan memiliki SLO Genset, perusahaan dapat meningkatkan reputasi lingkungannya dan mendukung inisiatif keberlanjutan.

Dasar Hukum SLO Genset

Berikut ini adalah dasar hukum yang berkaitan dengan SLO Genset dan mengapa kepatuhan terhadap aturan ini sangat penting bagi pemilik genset.

1. Undang-Undang

  • UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan

o   Pasal 44: Instalasi tenaga listrik yang telah selesai dibangun harus memenuhi ketentuan standar dan wajib memiliki sertifikat laik operasi (SLO).

2. Peraturan Pemerintah (PP)

  • PP No. 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (sebagaimana diubah dengan PP No. 25 Tahun 2021)

o   Pasal 49: Mengatur kewajiban memiliki SLO sebelum instalasi tenaga listrik digunakan.

o   Pasal 50: Sanksi bagi pelanggar, mulai dari peringatan tertulis hingga pencabutan izin usaha.

3. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM)

  • Permen ESDM No. 12 Tahun 2021 tentang Klasifikasi, Kualifikasi, Akreditasi, dan Sertifikasi Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik
    • Menegaskan bahwa setiap instalasi tenaga listrik wajib memiliki SLO yang diterbitkan oleh Lembaga Inspeksi Teknik (LIT).
  • Permen ESDM No. 5 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor ESDM

o   Mengatur proses perizinan dan persyaratan SLO, termasuk untuk genset.

4. Standar Nasional Indonesia (SNI)

  • Instalasi listrik genset harus memenuhi standar SNI, seperti SNI 04-0225-2000 tentang Instalasi Listrik untuk Bangunan Gedung.

Sanksi Jika tidak memiliki SLO Genset

Jika suatu genset digunakan tanpa memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO), maka pemilik atau pengguna dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di sektor ketenagalistrikan. Berikut ini adalah beberapa sanksinya:

1. Sanksi Administratif: Teguran Hingga Pencabutan Izin Usaha

Berdasarkan Pasal 49 PP No. 25 Tahun 2021 (perubahan dari PP No. 14 Tahun 2012) berikut beberapa sanksi administratif bagi yang tidak memiliki SLO:

·        Peringatan tertulis

·        Pembatasan kegiatan usaha

·        Penghentian sementara kegiatan usaha

·        Pencabutan izin usaha

2. Sanksi Pidana: Tuntutan Pidana Hingga Kurungan Penjara

Mengacu pada UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan:

·        Pasal 54 ayat (1):

o   Denda hingga Rp 500 juta bagi pihak yang mengoperasikan instalasi tenaga listrik (termasuk genset) tanpa memenuhi standar keselamatan dan tanpa SLO dan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun.

3. Potensi Risiko Lain

Selain sanksi hukum, tidak memiliki SLO juga dapat mengakibatkan risiko lain yaitu:

·       Penutupan usaha, jika genset digunakan dalam operasional bisnis.

·       Tidak bisa klaim asuransi, apabila terjadi kebakaran atau kecelakaan akibat genset.

·       Kerugian finansial dan hukum, akibat tuntutan jika genset menyebabkan gangguan atau kecelakaan.

Kesimpulan

SLO Genset bukan sekadar formalitas hukum, tetapi juga investasi dalam keandalan dan keselamatan sistem energi darurat. Dengan memahami pentingnya SLO Genset, perusahaan dapat memastikan bahwa genset mereka beroperasi dengan efisien, meminimalkan risiko, dan mendukung keberlanjutan bisnis mereka dalam menghadapi tantangan energi darurat. Dengan begitu, SLO Genset menjadi kunci dalam menghadirkan keamanan dan keandalan di dunia energi darurat.

 

 

Percayakan kepada kami. Jasa konsultan berpengalaman di bidang perizinan ESDM untuk perusahaan atau perorangan di Indonesia. Luangkan Waktu Sesaat Untuk Mengenal Kami

CALL TO ACTION

Butuh Jasa Pengurusan SLO Genset , TR, DAN TM ?

GET A FREE CONSULTATION

+62 823 1274 9772

About the Author

You may also like these

Hubungi Kami
Hubungi Kami Untuk Konsultasi Lebih Lanjut